Kamis, 09 Mei 2013

Menulis “Gagasan” di Jawa Pos


Salah satu tulisan yang dimuat di Rubrik Gagasan, foto dari sini

Sesuai dengan namanya, rubrik ini memang ditujukan untuk menampung gagasan-gagasan aktual di sekitar kita. Disampaikan dengan bahasa yang lugas dari sudut pandang si penulis. Karenanya, ada pula yang menyebut rubrik ini dengan opini singkat. Saya pribadi sangat menganjurkan bagi teman-teman yang ingin belajar menulis opini di media untuk memulainya dari rubrik ini, karena sejumlah alasan.

Pertama, rubrik ini biasanya mengangkat isu-isu terkini dalam keseharian kita sehingga ide tulisan relatif mudah dicari. Tidak harus dengan bahasa yang “tinggi”, asalkan pesan tersampaikan dengan baik.

Kedua, jumlah kata yang diminta relatif sedikit yakni sekitar 200-250 kata sehingga sangat memudahkan bagi para penulis pemula. Jumlah kata yang sedikit juga bisa menjadi ajang untuk melatih agar kita langsung fokus pada topik dengan bahasa yang efektif atau tidak njelimet.

Ketiga, peluang dimuat cukup besar karena rubrik ini ada setiap hari, 6 hari selama seminggu. Masa tunggu juga relatif sebentar karena Jawa Pos telah memberitahukan bahwa jika dalam waktu 5 hari, tulisan yang kita kirim belum juga dimuat (untuk Rubrik Opini dan Gagasan), ini berarti tulisan “dikembalikan” kepada penulis atau dengan kata lain : ditolak. Jangan berkecil hati dulu jika tulisan kita belum layak tayang. Tulisan yang kita kirim bisa kita revisi dan dikirim ulang. Karena bisa jadi, tulisan belum dimuat bukan karena idenya kurang bagus, tapi mungkin karena bahasanya agak belepotan. Jika tidak mau merevisi, kita bisa mencoba menulis lagi dengan idea tau topik yang baru.

Keempat, mudah dipantau. Tidak semua daerah di Indonesia bisa mendapat koran Jawa Pos dengan mudah. Versi online-nyapun harus berbayar. Tapi ini tidak menjadi penghalang bagi kita untuk memantau tulisan kita dimuat atau tidak, walau kita hanya bisa memantau judulnya saja. Klik saja http://m.jawapos.com/opini, di sana tertulis sejumlah judul tulisan. Untuk Rubrik Gagasan biasanya ada di urutan ketiga.

Relatif mudah kan?

Jika ingin mencoba, tulisan bisa dikirim ke opini@jawapos.co.id, dengan subyek "GAGASAN". Sertakan data diri singkat dan nomor rekening untuk pengiriman honor jika dimuat. Lebih bagus lagi jika bisa menyertakan scan KTP. Tidak ada pemberitahuan dari redaksi apakah tulisan kita dimuat atau tidak, termasuk masalah pengiriman honor. Contoh tulisan yang pernah dimuat di rubrik ini sangat mudah dicari melalui bantuan Mbah Google.

Selamat mencoba……:)

66 komentar:

  1. kalau kita kirim ke gagasan lagi untuk hari yang berbeda apakah kiriman berikutnya apakah kita harus mencantumkan lagi scan KTP nya juga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, setiap pengiriman naskah harus disertai dengan biodata lengkap dan lampiran-lampiran lainnya, supaya yang menerima tidak repot mencari biodata kita di tumpukan email sebelumnya yang bisa jadi sudah menggunung :)

      Hapus
  2. Hmm sayangnya tidak ada pemberitahuan kalau tulisan kita dimuat atau tidak ya? ya kita yang harus aktif

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena "lalulintas" pengiriman dan pemuatan naskah di koran terbilang sangat pada Mbak :)

      Hapus
    2. sangat "padat" maksudnya :)

      Hapus
  3. Balasan
    1. Semoga bermanfaat Bu, terimakasih sudah mampir :)

      Hapus
  4. Apakah tulisan tsb mendpt honor?

    BalasHapus
  5. yg dimksd gagasn itu apa mb? apakah opini kita atas keadaan yg sedang tjd atau hnya semacam ide tentng kegiatan tertentu??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa semacam itu Mbak, intinya ada solusi alternatif/ide/gagasan yang kita tawarkan atas sebuah permasalahan atau peristiwa yang terjadi

      Hapus
  6. Sangat bermanfaat Mbak Ririn. Dan saya selalu suka tulisan-tulisan Mbak Ririn.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah mampir Mbak Devy, semoga catatan yang sederhana ini bisa memberi bermanfaat :)

      Hapus
  7. trims infonya mba cantikk!!

    BalasHapus
  8. menuliskan alamatnya dimana? di file Ms.Word apa di badan emailnya? trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya biasanya di badan email sehingga mudah dicopipaste jika ingin mengirimkan artikel lagi. Tapi ada juga teman-teman yang menyatukan dengan naskah, sepanjang yang saya tau cara ini juga tdk masalah :)

      Hapus
  9. gagasan yang dimaksud disini yang penting kita menggagaskan suatu de kepada redaktur,boleh hal yang sama sekali baru bahkan unik dan tak terfikirkan oleh orang lain. karena gagasan yg sepeti itu biasanya laku untuk dimuat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih tambahan infonya....:)

      Hapus
  10. Mmbak... klo belum punya NPWP bisa keterima gak ya...??

    BalasHapus
    Balasan
    1. InsyaAllah gak apa-apa Mbak, saya juga belum punya NPWP :)

      Hapus
  11. gagasan say apernah termuat satu tahun lalu, tapi kok g ada honor masuk ya?
    bagaimana klaim nya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmmm, sdh cukup lama ya? tapi tak ada salahnya ditanyakan jika mau. Dengan catatan masih ingat judul tulisan dan tanggal pemuatan. Good luck...

      Hapus
  12. coba lagi ahhh berkat mbak ririn jadi jebol :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulisan Mbak Hana sudah pernah dimuat? Aduh, maaf lupa :)

      Judulnya apa Mbak? Ayo nulis lagi Mbak....:)

      Hapus
  13. kok susah tembusnya ya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Persaingan menembus Jawa Pos memang termasuk sengit Mas Sulikin, tapi harus tetap semangat, karena banyak juga teman-teman yang mudah tembus rubrik ini :)

      Hapus
  14. Mbak ada Tips khusus gak,untuk pemula agar tulisan bisa di muat atau paling gak ada kritik dan saran buat tullisan yang telah dikirim?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jarang sekali pihak redaksi mau memberi masukan pada naskah yang tdk layak muat. Kuncinya memang kita harus terus berlatih menulis. Sedikit tips yang barangkali bisa membantu, cobalah membuat tulisan dengan judul yang unik, krn bisa jadi daya tarik pertama redaksi tertarik membaca tulisan kita. Tentu dengan konten yang juga menarik, karena kalau hanya judulnya saja yang menarik, akhirnya tulisan kita tetap tdk akan dimuat :)

      Hapus
    2. Biasanya menulis opini di rubrik Jawa Pos minimal berapa sampai berapa karakter mbak untuk layak muat?

      Hapus
    3. Saya terbiasa memakai jumlah kata Mas January :) untuk Gagasan biasanya sekitar 200 kata (lebih atau kurang sedikit gak masalah, 200 kata bukan jumlah yang mutlak), sedang untuk Opini sekitar 750-850 kata

      Hapus
  15. saya sudah 3 kali masuk gagasan tapi g ada honor....

    kalo mau nanyakan dimananya mb ya?

    kan lumayan 3 kali mb

    BalasHapus
    Balasan
    1. COba kirim email ke alamat email yang dulu Mbak pakai untuk mengirim artikel. Sertakan pula judul dan tanggal dan pemuatan. Biasanya (sejauh pengalaman saya) selalu direspon dengan cepat. Atau honor segera dikirim setelahnya.

      Saya ada catatan tentang honor Mbak, di blog ini juga, judulnya "Serba Serbi Honor Menulis di Media", semoga bermanfaat.....:)

      Hapus
  16. mbk scan ktp apa harus dilampirkan? terus naruhnya dilampiran sendiri atau dicopy gabung dgn artikelnya(Ms.word). mksih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebaiknya iya Mas. Biasanya saya lampirkan pada attachment, jadi terpisah dengan naskah.

      Hapus
  17. Mau tanya mbak, ini kalau hari minggu jawa pos memang gak menayangkan gagasan dan opini ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, hanya senin-sabtu saja, untuk minggu diisi dengan resensi dan rubrik Di Balik Buku

      Hapus
  18. trmaksih atas tulisan menariknya

    BalasHapus
  19. Maaf, mau nanya, Bu. Tulisan saya tempo hari dimuat dengan judul Menagih Makna Nyata Logo Parpol, tapi saya cek di ATM kok honornya belum terkirim. Gimana, Bu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebaiknya tanya langsung pada redaksi media yang bersangkutan :)

      Di sini saya hanya berbagi pengalaman, sama sekali tidak memiliki ikatan dengan media manapun...

      Semoga berhasil :)

      Hapus
  20. Info yang sangat bermanfaat. makasih bgt.
    Mampir ke http://hury-up.blogspot.com/

    :))

    BalasHapus
  21. Wah..tulsannya Mbak Ririn manfaat banget bagi penulis pemula..tentang font dan size hurufnya diatur apa nggak ya Mbak?Syukron

    BalasHapus
  22. Maksud saya kalau menyusun Skripsi kan dengan font Times New Roman dengan size 12.Apa untuk menulis dikoran dengan ketentuan yang sama?

    BalasHapus
  23. Maksud saya kalau kita menulis Skripsi kan diatur dengan font Times New Roman dengan size 12.Apa dalam menulis dikoran diatur lain?Terima kasih jawabannya Mbak Ririn.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tata cara penulisan secara teknis untuk media relatif fleksibel. Yg terpenting perhatikan jumlah maks dan min jumlah kata, serta persyaratan teknis lain seperti penyertaan scan KTP, no rekening dan terkadang perlu foto juga.

      Good luck :)

      Hapus
  24. Kalau jumlah honor yang diterima mbak kemarin pada gagasan diatas itu berapa?
    saya kemarin juga dimuat, tapi honornya belum masuk padahal sudah saya tanyakan melalui email juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya Rp 125 ribu, sepertinya teman-teman lain yang pernah dimuat jumlah honornya variatif, ada yang kisaran 100 rb, tapi ada juga yg hampir 150 rb, tidak tau atas dasar apa besar honornya ditetapkan :)

      Hapus
  25. iya, ternyata memang bervariasi. Kalauresensi buku, hobby nulis nggak mbak...

    ada referensi link koran lokal yg peluang dimuatnya besar nggak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tertarik resensi, tapi blm pernah coba :)

      Untuk lokal saya kurang tau, tapi untuk media nasional coba Korjak, resensi ada setiap hari.....

      Hapus
  26. mau tanya mba, saya kan dari sumatera, jd g mgkn ambil honor lgsg, maka apakah honor sudah pasti dikirim ke rekening kita?

    thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk Jawa Pos, setau saya honor dikirim lewat rekening. Sedang untuk radar-radarnya, sebagian besar diambil langsung...

      Hapus
  27. salam mbak
    ririn. Apakah blh mbk untuk mengirimkan gagasan ke jawa pos? Oh ya saya
    kan blm punya KTP, untuk scan KTP gmn ya mbak?
    Saya harap mbk reply komen saya

    BalasHapus
  28. Kalau masih pelajar/mahasiswa, mungkin bisa pakai scan salah satunya Mbak Desty :)

    BalasHapus
  29. Masih sering nulis di Sinar Harapan nggak Mbak Ririn? Saya minta email opininya kalau boleh..sama kriteria artikel opini di sana cirinya seperti apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya biasa pakai alamat email yang ini Mas Pangki, redaksi@sinarharapan.co.id. Secara umum, karakteristik Opini di SH hampir sama dengan opini di media lain. Lebih pastinya, pantau saja opini-opini terbaru di sana. Bisa dilihat di http://www.sinarharapan.co/news/tajuk.

      Good luck :)

      Hapus
  30. mba' bagaimana caranya mengirim opini atau gagasannya ke jawa pos atau yang lain lah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk 'Gagasan' sudah saya uraikan pada artikel di atas, untuk rubrik lain mungkin bisa dilihat di arsip blog ini terutama untuk label 'Menembus Media'. Selamat mencoba :)

      Hapus
  31. Terima kasih infonya, Mbak Ririn. Tetap semangat untuk terus menulis!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kembali Pak, sukses selalu :)

      Hapus
  32. Trimakasih Mba RIRIN atas infonya.... Haha saya jadi semangat menulis RUBRIK GAGASAN nih!! Salam

    BalasHapus
  33. Mbak Ririn Handayani tinggal di mana? Enak ya jadi penulis freeland di berbagai media, hasilnya gede dong. Kalo boleh tahu dgn kreativitas itu berapa ya rata2 perbulan? Oya, kalo diukur halaman kwarto 2 spasi, opini berapa halaman? Gagasan berapa halaman? Mks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf baru membalas :) Saya Tinggal di Jember Pak. Terkait dengan honor sebagai penulis lepas, ini sangat bergantung dengan produktivitas penulisnya sendiri :)

      Untuk Gagasan, lebih mudah 'mengukur'nya dengan jumlah kata, sekitar 200 kata, kalau di halaman-kan sepertinya tidak sampai satu halaman

      Hapus
  34. Terkait pengiriman honor, berapa hari setelah tulisan dimuat, Mbak? (Berdasarkan pengalaman mbak Ririn nulis di rubrik gagasan jawa pos)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk Jawa Pos, berdasarkan pengalaman, honor untuk tulisan pertama agak lama, hampir 1,5 bulan ketika itu. Kata teman-teman, untuk yang pertama biasanya memang lama karena data kita belum masuk database. Setelah itu biasanya maks 2 minggu sudah dikirim. Malah pernah juga satu minggu setelah dimuat. Kalau lebih dari satu bulan belum cair juga honornya, jangan sungkan untuk bertanya :)

      Hapus
  35. WOW Keren nie artikernya
    Sambil baca artikel ini, Aku numpang promosi deh !
    Agen Bola, Bandar Bola Online, Situs Taruhan Bola, 7meter

    BalasHapus

 
;